Contoh Naskah Khutbah Jum'at Membangun Keluarga Sakinah

Advertisement
Advertisement
Contoh Teks Khutbah Jum'at Lengkap  - Memiliki keluarga yang sakinah adalah dambaan bagi semua orang.Bagaimana tidak, di dalam keluarga yang sakinah hidup akan terasa tentram, sejahtera, penuh kedamaian, kemesra'an dan kasih sayang. Oleh karena itu perlu pengetahuan bagaimana cara membina keluarga sakinah itu.

Membangun keluarga yang sakinah tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu adanya komitmen di dalam keluarga supaya tercapai apa yang kita harapkan. Disini saya akan menulis Contoh Khutbah Jum'at tentang Membangun Keluarga Sakinah yang merupakan kumpulan khutbah jumat terbaru dan contoh khutbah shalat jumat singkat.

Khutbah Jum'at Membangun Keluarga Sakinah

KHUTBAH KE 1

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ , وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا , مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ فِي السِرِّ وَالعَلَانِيَةِ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ.
وقال تعالى في كتابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم : وَقُلْنَا يَا آَدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِين

Wahai kaum Muslimin, bertaqwalah kepada Allah dan tolong menolonglah dalam kebajikan dan ketaatan. Ketahuilah,Sesungguhnya Allah telah menjodohkan kalian antara laki-laki dan perempuan melalui ikatan perkawinan,untik membangun sebuah keluarga yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemuliaan yang diliputi kasih sayang.

Isalam mengajarkan bahwa yang terbaik di antara kaum lelaki adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan yang terbaik di antara kaum wanita adalah berusaha membantu suaminya. Adapun yang terbik di antara kehidupan rumah tangga adalah suami istri yang sibuk berusaha dalam rangka menjaga dean khawatir terhadap kesejahteraan terhadap anak-anaknya.

Menurut islam suatu perkawinan dan hidup rumah tangga dalam hakekatnya melaksanakan perintah Allah SWT. dan mengikuti sunah Rasul-Nya. Jadi, kehidupan suami isteri dalam sebuah keluarga muslim taida lain merupakan bentuk ibadah kepada Allah, yang mempunyai tujuan untuk menjalin rasa cinta dan kasih sayang dalam iman dan takwa.

Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya :"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram keapadanya, dan dijadikannya di antara mu rasa kasih dan sayang." (Q.S. Ar Rum:21)

Kaum Muslimin yang berbahagia.

Keluarga muslim sebagai bentuk keluarga yang memegang ajaran Islam dalam menjalani kehidupan di dunia harus benar-benar membangun dirinya untuk menjadi keluarga ssakinah, yaitu keluarga yang beriman dan sejahtera, penuh kedamaian, kemesraan dan kasih sayang. Demi terwujudnya keluarga yang sakinah banyak tergantung pada kelancaran peran dan tanggung jawab suami, isteri dan anak-anak.Karena bidang inilah yang banyak menentukan corak suasana keluarga.

Keluarga sakinah harus mampu menciptakan suasana hubungan yang harmonis antara anggota keluarga, serta mampu mengasuh dan mendidik keturunannya dengan kasih sayang, ketat dalam menjaga keutuhan iman dan pengalaman ajaran agama.Sebab dari keluarga muslim sakinah yang terdidik dan tinggi kesadaran beragamanya inilah, Islam akan semakin Syi'ar dan mampu menjawab tantangan zaman.

Sidang Jumat yang berbahagia.

Untuk nmenuju keluarga yang sakinah memerlukan pembinaan dan usaha yang sungguh-sungguh dan sikap kebersamaan antara anggota keluarga. Seluruh keluarga hendaknya dididik untuk bisa mencontoh keteladanan Rasulallah SAW. Dimuli dari keteladanan suami sebagai kepala keluarga, dengan memiliki tingkah laku, tutur kata dan sikap yang lembut, terpuji dan bijaksana. Sehinga isteri dan anggota keluarga merasa terlindungi kedudukan dan kehormatannya. Kemudian pendidikan dan pengawasaan anak-anak menjadi tanggung jawab bersama suami isteri, sekalipun yang sering berada di rumah dan seringf begaul dengan akan-anak adaloah kaum isteri. Sehingga pada akhirnya seluruh anggota keluarga menyadari kedudukan, hak dan kewajiban serta menyadari kodratnya masing-masing. Sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya:"Dajn para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya dengan cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat kelebihan daripada isteri." (Q.S Al Baqarah:228)

Dalam Al Qur'an maupun hadits banyak ditemukan dasar-dasar kedudukan islam terhadap kedudukan wanita ataw isteri di tengah keluarga atau masyarakat; bahwa wanita menduduki tempat yang sama menurut penyesuaian peran,tabiat dan kodratnya. Maka tidak diragukan lagi bahwa peranan wanita dalam pembinaan rumah tangga sebagai unit terkecil dalam masyarakat adalah sangat besar. Memang, wanita dalam kodratnya telah diciptakan oleh Allah untuk menjadi ibu yang melahirkan dan mendidik anak-anaknya, tetapi bukan berarti peran mereka cukup dihentikan sebagai penjaga rumah, mengurus dan merawat akan itu saja. Seorang isteri harus memiliki tanggung jawab yang setara dengan suami dalam hal menjaga dan memperjuangkan keluarganya.

Karena itu, merupakan keharusan bila seorang isteri diikiutsertakan dalam memahami permasalahan dan memikirkan jalan pemecahan dalam kehidupan keluarga. Bnyak kita sakasikan contoh keluarga yang menjadi beratakan, anak-anak kurang terurus, seisi rumah dilanda frustasi, disebabkan  oleh kepincangan peran dan tidak adanya keteladanan sang ibu. Sebaliknya banyak contokh keluarga yang mencapai keluarga yang mencapain kehidupan sakinah berkat kepandaian sang ibu dalam menempatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai pendamping  suami dan ibu rumah tangga.

Sidang Jum'at yang berbahagia.

Benar, di dalam islam wanita diperbolehkan bekerja mencari rizki, tetpi harus di bidang-bidang yang sesuai dengan kedududannya sebagai wanita, tidak mengakibatkan merosotnya martabat dan fitrah kewanitaannya, serta tidak mengabaikan amanatnya sebagai seorang isteri dan atau ibu rumah tangga.Dan kitapun harus selalu waspada, jangan sampai terjadi dalam suatu keluarga peran isteri lebih mendominasi dan ingin menguasai suami, seakan-akan suami tidak dibutuhkan lagi  sebagai pengayom dan penjamin nafkah keluarga. Sebab, manakala kondisi semacam ini sudah terjadi,niscaya pada akhirnya akan menjerumuskan  seluruh keluarga ke dalam jurang bahaya.Dan Allah tidak akan berkenan melimpahkan Rhmat dan Ridha-Nya.

Karena itulah, mengapa dalam kehidupan yang serba cukup, suami siteri yang sama-sama bekerja dan meraih kesuksesan karir, justru kedamaian hidup berekeluarga sering tidak bisa mereka nikmati? Rupanya,gaya hidup berkeluarga karir acapkali menimbulkan problematika yang barangkali tidak lebih gampang pemecahannya dibanding kelurga yang peran isteri masih dibatasi.

Memang di dalam Islam, wanita dan pria dijadikan berjodoh-jodoh agar dapat hidup tenang, saling kasih sayang.Dan untuk mewujudkannya tidak semua wanita harus membantu suami membangun rumah tangganya dengan ikut bekerja atau berkarir. Boleh saja, bila diantara wanita cukup memilih sebagai pendamping suami yang setia dan ibu rumah tangga yang bijaksana. Dan apapun yang dipilihnya yang penting adalah tujuan akhir tegaknya keluarga muslim yang sakinah, penuh cinta kasih dibawah naungan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

Artinya: "Allah tidak membebaniseseorang melainkan sesuai dengan kesangguapannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya". (QS. Al Baqarah:286).

Sidang Jum'at yang berbahagia.

Sebagai penutup khutbah, semoga kita semua dianugerahi keluarga yang sakinah sebagai mana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

اقــول قـولي هذا واســتغـفـرالله لي ولكم ولجميـع المســلمين والمســلمات انه هــو الـغـفـور الـرحيـم
KHUTBAH KE 2

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِل  لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ
   اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات  اللهم اعز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Semoga dengan Khutbah Jum'at Membangun Keluarga Sakinah kita bisa membangun keluarga sakinah yang kita harapkan


Advertisement