Contoh Khutbah Gerhana Bulan atau Matahari

Advertisement
Advertisement
Contoh Khutbah Gerhana Bulan atau Matahari - Gerhana bulan atau Gerhana Matahari adalah fenomena alam yang jarang terjadi, satu tahun kurang lebih dua kali terjadinya Gerhana. Hal ini merupakan kuasa Alloh SWT. yang menjadikan cahaya bulan atau Matahari tertutup ke bagian bumi yang menyebabkan bumi menjadi gelap.

Gerhana Matahari terjadi ketika matahari terhalang oleh bulan, kalau Gerhana bulan sendiri terjadi karen posisi bulan, bumi dan matahari sejajar yang mengakibatkan Matahari tidak bisa memberikan cahaya pada bulan dalam beberapa saat terjadilah gelap.

Pada saat terjadi Gerhana di sunahkan kita melakukan shalat dua rakaat dan khutbah, supaya kita senantiasa ingat pada Alloh dan selalu berdzikir. Karena fenomena Gerhana adalah suatu kejadian emergensi yaitu adanya daya tarik grafitasi Bumi-Bulan-Matahari yang bisa mengakibatkan terjadinya tabrakan antara pelanet besar tersebut. Maka kita dianjurkan senantiasa ingat dan dzikir pada Alloh.

Contoh Khutbah Gerhana Bulan atau Matahari

Disini saya akan memberikan Contoh Teks Khutbah Gerhana

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Maasyiral muslimin rahiimakumullah.

Dalam kesempatan kita melaksanakan shalat gerhana ini, mailah kita berupaya mendekatkan diri kepada Allah Swt, bertakwa dan taat kepada-Nya serta taat kepada Rasul-Nya. Ketahuilah bahwa pada moment-moment tertentu dalam hidup ini, misalnya pada terjadi gerhana seperti saat ini, kita perlu banyak berfikir tentang makhluk Allah, tentang kejadian dan keajaiban yang terjadi di alam semesta, hingga bisa mengakui kesempurnaan kekuasaan Allah yang menciptakannya.

Cobalah kita perhatikan benda-benda angkasa yang berjuta-juta banyaknya! Semuanya berjalan dengan teratur rapi, dan bergerak pada garis edarnya yang tertentu, dengan tertib menurut ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. sedikitpun tidak menyimpang dari garis yang ditentukan itu.

Kaum muslimin rahiimakumullah.

Dengan menyaksikan kehebatan pengaturan alam semesta ini, insya Allah akan menambah keyakinan kita tentang kekuasaan Allah yang mengatur hakekat kehidupan ini. Dan sebagai orang-orang yang beriman, ternyata akan mudah tergetar hati dan perasaann kita untuk berikrar:

اللهم انت ربي لااله الا انت خــلقتني وانا عــبدك وانا على عهــدك ووعــدك ماســتطعــت

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tdak ada Tuhan selain Engkau, yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berjanji sekuat dayaku akan selalu patuh dan taat kepada-Mu.”
Lebih-lebih lagi, dengan kemajuan ilmu dan teknologi pada abad modern ini manusia telah mampu mengarungi ruang angkasa, sehingga memungkinkan untuk mengetahiu benda-benda langit dan tata surya secara langsung diangkasa raya, tidak hanya sekedar mengamati dari bumi. Kiranya orang-orang yang tercerahkan hati dan akal pikirannya akan mengatakan sebaimana yang digambarkan Al-Qur’an:

ربنا مــا خلقت هـذا باطلا ســبحانك فقنـــا عــذاب النار

Artinya: “ Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan sia-sia. (Tentu terdapat hikmah yang tinggi dan tujuan tertentu dalam penciptaannya) Maha Suci Engkau, Ya Allah, maka perihalalah kami dari siksa api neraka.”

Maasyiral muslimin rahimakumullah.

Peristiwa terjadinya gerhana pada saat ini, hendaknya dapat kita jadikan I’tibar, pelajaran untuk meningkatkan kesadaran pada diri kita untuk selalu mengingat akan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt, kemudian memohon ampun atas segala dosa dan bertaubat kepada-Nya. Karena menurut tuntunan Rasulullah Saw, apabila kita melihat gerhana, baik  gerhana matahari atau bulan , disunahkan kita memanjatkan do’a kepada Allah Swt. untuk memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan. Kemudian disunatkan shalat gerhana, ang dilakukan secara berjamaah baik laki-laki maupun perempuan. Dan dilengkapi dengan amalan socsal yang sedekah kepada fakir miskin.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan:

خسفت الشمس فقام النبي صلى الله عليه وسلم فصلى وقال اذا رايتم شيئا من ذالك فافزعوا الى ذكر الله ودعائه واستغفاره

Artinya: “Pada suatu ketika terjadi gerhana matahari, maka Nabi Saw berdiri untuk shalat dan bersabda: jika kamu melihat gerhana, segeralah kamu berdzikir kepada Allah, berdo’a serta memohon ampunan kepada-Nya.”

Dikalangan  masyarakat kita masih banyak golongan yang mempunyai anggapan keliru terhadap peristiwa gerhana matahari atau bulan. Mereka masih cenderung menghubungkan peristiwa gerhana dengan kepercayaan adat atau ramalan-ramalan mistik, yanghakekatnya tidaka ada kaitan apapun dengan kejadian alam  tersebut. Misalnya, diangggapnya peristiwa sebgai pertanda harga-harga kebutuhan hidup akan naik, akan berjangkit wabah penyakit, akan terjadi bencana alam, peperangan, masa paceklik, dan sebagainya.  Ramalan semacam itu tidaklah benar dan tidak sesuai dengan islam.

Rasulullah Saw bersabda: 

 ان الشمس والقمر ايتان من ايات الله لايخسفان لموت احد ولا لحياته فاذا رايتم ذالك فاذكروا الله

Artinya: “Sesunguhnya matahari dan bulan merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Terjadinya gerhana bukanlah karena matinya seseorang atau hidupnya seseorang. Maka jika kamu melihat gerhana, ingatlah kepada Allah.”

Maasyiral muslimin rahiimakumullah.

Itu hanyalah sebagian diantara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. dia telah menjadikan malam sebagai waktu istirahat, siang sebagai waktu bekerja, matahari memancarkan sinar dan bulan memantulakn cahaya. Semua yang dikenai cahaya matahari mengalami siang, dan bagian muka bumi yang tidak terkena cahaya matahari mengalami malam. Hal ini terus terjai silih berganti. Dan Allah Swt mengatur perjalanan planet-planet itu pada garis edarnya di cakrawala, sehingga manusia dapat mengetahui perhitungan tahun, bulan , hari, dan waktu. Allah Swt berfirman:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Dialah yang telah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkan-Nya manzilah (tempat-tempat) perjalanan bulan itu. Supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada orang-orang yang mengetahiu.” (QS. Yunus : 5)

Maasyiral muslimin rahiimakumullah.

Akhirnya kita semakin menyadari betapa kecilnya kekuasaan manusia, disbanding dengan kekuasaan Allah yang menciptakan dan mengatur perjalanan benda-benda angkasa itu dengan tertib. Coba bayangkan, manusia berupaya membuat peraturan lalu lintas di jalan yang belum seberapa luasnya, dilengkapi rambu-rambu berikut pengawasan polisi. Akan tetapi kecelakaan lalu lintas tetap terjai. Sungguh, ini membuktikan keterbatasan kemampuan dan kuasa manusia.

Karena itulah maka dengan adanya peristiwa gerhana ini, marilah kita perbanyak waktu berdzikir dan kita tingkatkan kualitas dzikir kita, baik dzikir dengan hati, lisan dan  lebih-lebih dzikir dengan pikiran. Sebab banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memrintahkan manusia untuk berfikir secara ilmiah tentang kejadian langit dan bumi, merenungkan keajaiban benda-benda langit dengan peredarannya seperti bintang-bintang, bulan, matahari serta benda-benda yang terhampar luas di bumi ini, karena semua itu membuktikan kebesaran dan kekuasaan penciptanya, Allah Swt.

Maasyiral muslimin rahiimakumullah.

Sebagai penutup khutbah, kami sampaikan sebuah tentang kehidupan Nabi Saw. pernah di waktu shalat malam beliau menangis sampai air matanya mambasahi bajunya, karena merenungkan ayat Al-Qur’an yang dibacanya tentang penciptaan langit dan bumi. Setelah shalat fardhu beliau duduk memuji-muji Allah, lalu berdo’a sambil menangis kembali, sampai air matanya membasahi tanah. Hingga sahabat Bilal datang untuk adzan subuh, dan ketika melihat Nabi Saw menangis ia berkata : Wahai Rasulullah, kenapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasul-Nya, baik yang terdahulu maupun yang akan dating “Nabi menjawab : Bagaimana saya tidak menangis “ pada mala mini Allah telah menurunkan ayat kepadaku:

ان فى خــلــق الســموات والارض واخــتلاف الليل والنهار لايت لاولي الالباب

Artinya: ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.”

Selanjutnya beliau berkata: “Alangkah rugi dan celaka orang-orang yang membawa ayat ini, tetapi tidak mau merenungkan artinya.”

جعلنا الله واياكم من الفــائزين الامنيــــن وادخلنا واياكم في زمرة عبــاده الصـــالحين وقل رب اغــفر وارحم وانت خير الراحمين
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Advertisement