Contoh Khutbah Jumat “Etika Muamalah Membawa Berkah”

Advertisement
Advertisement
Contoh Khutbah Jumat “Etika Muamalah Membawa Berkah” > Manusia adalah makhluk sosial yang tak mungkin bisa hidup sendiri tanpa orang lain, di sinilah letak perbedaan antara manusia dengan makhluk yang lainnya. Manusia terikat oleh suatu hukum yang mengikat, baik hukum negara apalagi hukum agama. Hukum ini yang mengatur  manusia tidak bisa bebas seperti binatang, termasuk dalam urusan muamalah atau perbuatan sehari-hari.

Dalam bidang Muamalah masa kini manusia sudah cenderung tidak memakai etika dan cara yang baik sebagaimana yang telah diatur dalam bidang fiqh, maka tidak heran kalau muamalahnya bukan membawa berkah tapi justru membawa malapetaka yang sangat merugikan. Oleh karena itu saya akan menulis Contoh Khutbah Jumat “Etika Muamalah Membawa Berkah”.

Contoh Khutbah Jumat “Etika Muamalah Membawa Berkah”

KHUTBAH KE 1

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
 
Wahai kaum muslimin, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik urusan ibadah maupun muamalah. Ketahuilah bahwa Allah telah menjadikan manusia masing-masing saling membutuhkan, agar mereka selalu tolong-menolong dan bekerja sama dalam mencari penghidupan dan memecahkan segala urusan hjidup.

Hal ini meupakan sunnatullah yang mengatur kehidupan manusia menjadi teratur dan adil, dan supaya pertalian yang satu dengan yang lain menjadi teguh karena adanya kesadaran saling keterkaitan,ketergantungan dan saling membutuhkan. Kemudian Allah menurunkan agama islam melalui para Rasul dan menetapkan hukum-hukum dalam muamalah untuk mengatur agar hak-hak individu seseorang tidak terabaikan dan kemaslahatan umum dapat terjamin.

Allah Swt berfirman:

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ
 
Artinya: “Manusia itu umat yang satu, maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.”  (QS. Al Baqarah: 213)

Kiranya inilah salah satu fungsi terpenting diamanatkannya agama bagi manusia sebagai khalifatullah di muka bimi. Dengan agama, manusia diminta mampu mengatur hidupnya;dengan mempererat hablum minallah maupun hablum minannaas melalui amal ibadah murni dan ibadah sosial atau muamalah.

Sidang Jum’at yang berbahagia.

Satu hal yang patut kita ingat ialah bahwa dalam melaksanakn kegiatan muamalah tersebut, Islam mengajarkan sifat-sifat terpuji bagi seorang muslim untuk dilaksanakan setiap kali mengadakan muamalah dengan pihak-pihak lain. Diantaranya ialah sifat toleransi,tenggang rasa, lapang dada atau tepo sliro. Sebab dengan sikap dan sifat seperti diatas pergaulan kita dengan tetangga, mitra kerja, relasi bisnis dan lain-lainnya pasti akan menjadi harmonis dan sukses.

Dalam hadits Rasulullah Saw. bersabda:

رحـــم الله رجــلا ســمحا اذا باع واذا اشــترى واذا اقــتضــى وفى رواية واذا قضــى
 
Artinya: “Allah memberi rahmat kepada orang yang Tasamuh (toleransi terhadap orang lain) ketika berjualan, ketika membeli, ketika menuntut hak.”Menurut satu riwayat: “Ketika membayar hak.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sidang Jum’at yang berbahagia.

Menurut hadits diatas, dalam bermuamalah kita diperintahkan untuk bersifat tasamuh atau toleran pada empat hal,yaitu: transaksi jual beli, menuntut dan membayar hak.

Pertama, toleransi keika berjualan. Artinya dalam berjualan hendaklah kita tidak hanya mementingkan diri sendiri untuk mengerung keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa memperhatikan perasaan dan kepentingan pihak pembeli. Tidak mempermainkan harga doang, tidak berlaku curang dengan menutupi cacat barang yang dijual, tidak menjual dagangannya dengan menipu dan lain sebagainya.

Kedua, toleransi ketika membeli. Maksudnya, jka kita menjadi pembeli, jadilah pembeli yang baik dan bertenggang rasa. Yaitu dengan tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga dengan memperhatikan kepentingan penjual atau pembeli yang lain, tidak menyusahkan penjual dengan banyak memilih tapi tidak satupun yang dibeli. Atau dengan minta tukar barang dengan tanpa perjanjian khiyar sebelumnya. Islam mengajarkan supaya pembeli itu bijaksan dan pandai mengukur perasaaan pihak lain. Sebagaimana perintah nabi Saw. yang terjemahnya kurang lebih: “Berbuat mudahlah kamu, jangan mempersulit.”
Sidang Jum’at yang berbahagia.

Berikutnya yang ketiga adalah toleransi ketika menuntut hak. Yakni apabila kita menuntut suatu yang menjadi hak kita pada orang lain, misalnya menagih hutang, kita harus bertindak toleran dan lapang dada. Lakukanlah dengan cara arif lembut dan sopan. Jangan sekali-kali melakukan tagihan dengan dipersaksikan orang lain, sehingga membuat malu orang yang kita tagih. 

Hadirin, sidang Jum’at  yang berbahagia.

Keempat, toleransi ketika membayar hak. Sebagaimana menuntut hak harus toleran dan lapang dada, juga kalau membayar hak atau kewajiban kita kepada orang lain, kita harus toleran dan tepo sliro serta tepat waktu sebagaimana perjanjian. Dan kalau memang kita belum mampu membayar, akan lebih kesatria jika kita memberitahukannya sebelum tiba waktu penagihan. Dan janganlah kita suka mengulur-ulur waktu pengembalian hutang, padahal kita sudah mampu membayarnya.

Rasulullah Saw. telah memperingatkan:

مطــل الغنـــي ظلم
 
Artinya: “Menunda-nunda membayar hutang bagi orang yang mampu adalah perbuatan dzalim.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasai dan Ibnu Majah)

Demikian ajaran islam yang luhur  tentang etika ber-muamalah, yang akan membawa keberkahan dan menyebabkan ridlo Allah Swt. Dengan begitu, hubungan dengan Allah akan senantiasa terbina, begitu juga kita dengan sesama manusia. Akhirnya, semoga Allah memberikan keberkahan hidup kita dan kesejahteraan di dunia dan di akherat. Amin.

KHUTBAH KE 2

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ
   اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah Contoh Khutbah Jumat Singkat “Etika Muamalah Membawa Berkah” yang dapat saya tulis semoga bermanfaat. 

Advertisement