Teks Khutbah Idul Fitri Pendek Menjaga Fitrah Manusia

Advertisement
Advertisement
Contoh Khutbah Idul Fitri Pendek - Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci, bahkan semua makhluk Alloh ketika diciptakan ruhnya dengan lisan yang suci mereka semua menjawab pengakuan terhadap Alloh bahwa Alloh adalah tuhan yang maha tunggal dan tiada tuhan selain Alloh.

Sejalan dengan diciptakannya surga dan neraka maka Alloh pun menciptakan makhluknya berbeda-beda sesuai sekenario yang  Alloh atur dan merupakan hak preogatif-Nya. Manusia pun tidak semuanya ada dalam kesucian, makanya ada beberapa ritual pembersihan jiwa dan raga yaitu puasa selama satu bulan lamanya.

Melewati khutbah idul fitri kali ini semoga kita semua kembali pada kesucian dan bisa menjaganya agar kita mampu meraih ridhanya Alloh untuk meraih surga yang kita harapkan. Contoh Khutbah kali ini "Menjaga Fitrah Manusia" Semoga di hari yang fitri ini semua amalan kita sebulan lamanya jadi saksi perbuatan yang shaleh. Amiin...

Teks Khutbah Idul Fitri Pendek Menjaga Fitrah Manusia


Khutbah ke 1

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
 
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadhirat Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya kita semua masih diberikan umur yang panjang dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang penuh dengan berkah ini

Shalawat serta salam marilah kita sampaikan kepada Nabi besar Muhammad SAW, ialah yang telah merubah umatnya dari alam kegelapan menjadi terang benderang.

Hadirin Rohimakumulloh

Saya sebagai khotib wasiat pada hadirin sekalian, bertakwalah kepada Alloh dengan takwa yang sebenar-benarnya, karna takwa merupakan jalan bagi kita mendapatkan rahmat Alloh yang membawa kita pada jalan surga.

Sebagai umat islam yang sejati, kita wajib meyakini bahwa Allah SWT tidaklah menciptakan kita kecuali untuk menyembah kepada-Nya. Oleh karena itu, jika ada manusia yang menyombongkan dirinya tidak mau taat dan tunduk kepada Allah SWT, maka ia telah mengingkari tujuan ia diciptakan. Akibat dari keingkaran tersebut, ia akan berada dalam kerugia dan menjadi penghuni neraka dalam keadaan dihinakan.

Ketika masih berada di alam rahim, Allah SWT telah mengambil perjanjian kesiapan dari manusia untuk menyembah hanya kepada-Nya sebelum mereka lahir ke muka bumi ini. Allah SWT menanyai ruh manusia tentang kesiapan mereka mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya dengan semua konsekuensinya, lalu ruh tersebut menjawab dengan tegas bahwa mereka bersaksi tiada Tuhan selain Allah yang berhak mereka imani dan mereka sembah. Allah bertanya kepada ruh tersebut:

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Artinya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap (ketauhidan) ini” (QS. Al-A’raf: 172)

Dalam menjaga komitmen kehambaan yang diikrarkan pada alam rahim tersebut, Allah SWT memerintahkan manusia setelah ia lahir, agar menghadapkan wajahnya kepada agama yang lurus sebagai fitrah kehambaannya, sebagaimana firman-Nya:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)

Fitrah adalah kesucian jiwa yang senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Namun keadaan manusia sekitarnya yang telah mempengaruhinya sehingga menodai kesucian fitrah tersebut. Maka berubahlah ia dari ketauhidan menjadi kemusyrikan, dari keimanan menjadi kekafiran. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Fitrah adalah suasana jiwa yang suci yang menjelma dalam pemeliharaan tauhid, ketundukan dan penghambaan, serta pemeliharaan kesucian diri sebagai hamba Tuhan yang Maha Pengasih. Jika di penghujung Ramadhan ini kaum muslimin merayakan hari Raya Idul Fitri, tentu maknanya adalah kesiapan untuk menjadikan momentum Ramadhan ini sebagai proses pembersihan diri dan kesadaran akan urgensi kembali kepada fitrah. Dan hakikat kembali fitrah itu diwujudkan dalam bentuk mengokohkan ketauhidan, menguatkan komitmen ubudiyah, dan memelihara karakteristik terpuji

Ibadah Ramadhan telah kita sempurnakan, mulai dari puasa, shalat tarawih, tilawatil Qur’an, membayar zakat fitrah dan zakat harta, I’tikaf, membaca dzikir dan ma’tsurat, hingga hari ini kita tuntaskan dengan melaksanakan shalat Idul fitri. Semuanya itu kita yakini sebagai bentuk aktualisasi keimanan kita kepada Allah SWT.

Hadirin rahimakumulloh

Sebagai penutup khutbah ini semoga ibadah yang sudah kita lakukan selama sebulan ini  dijadikan suatu amal ibadah yang diterima oleh  Alloh Swt dan semoga kita senantiasa ada dalam kesucian. Amiin ya rabbal’alamin.

Khutbah ke 2

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ
   اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah Contoh Khutbah Idul Fitri Menjaga Fitrah Manusia semoga jadi pelajaran yang baik dan bermanfaat bagi umat. 

Advertisement