Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Singkat Hikmah Berpuasa

Advertisement
Advertisement
Khutbah Idul Fitri Singkat - Melaksanakan ibadah puasa merupakan bentuk kepatuhan dan ketundukan kita terhadap Alloh SWT. Banyak hikmah didalamnya yang secara ilmiah dapat dibuktikan dengan berbagai macam metode analisa modern. Secara spiritual sudah jelas bahwa  berpuasa ada sebagai ketundukan dan kepasrahan, jiwa yang deselimuti hawa nafsu seakan dilumpuhkan dan dibuat terpenjara, pada saat itulah kita mulai belajar merasakan betapa hebatnya gejolak jiwa yang menjurus pada hal negatif yang mampu di topang dengan berpuasa.

Secara dzahir dengan berpuasa berdampak positif pada kesehatan dan ketahanan tubuh, berpuasa sebagai penyeimbang yang sempurna dan membersihkan kotoran racun yang menumpuk dalam tubuh kita. Kenyatan ini sudah dianalisa dari zaman dulu hingga era modern bahwa puasa ada sebagai detoksifikasi dan menjaga keseimbangan tubuh. Berikut adalah Khutbah Singkat Idul Fitri Hikmah Berpuasa.

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri Singkat Hikmah Berpuasa

Khutbah ke 1

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Puji serta syukur yang sebanyak-banyaknya,marilah kita panjatkan kepada Allah Swt.,Dialah yang telah mengatur seluruh alam semesta ini,baik yang bersifat kecil mauun besar dengan takdir dan aturan-Nya.
Shalawat dan salam semoga selamanya tercurah limpahkan  kepada insan termulia,ialah yang telah membawa umatnya ke jalan yang diridhai oleh Allah Swt. yakni Nabi besar Muhammad Saw.

Hadirin Rahimakumulloh...

Sebagai rukun khutbah, saya selaku khotib mengajak hadirin sekalian, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Alloh SWT dengan takwa yang sesungguhnya, karena takwa merupakan jalan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kemewahan yang terasa di paksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar dibayangkan, dalam pesta semesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini.

Benarkah, selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh ketaatan dan kepatuhan, hanya mengharap ridla Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertaqwa” (Qs. Al Baqarah : 183)

Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka. Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran?

Hari ini Ramadhan telah berlalu, bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, relakah kita melepaskannya seadanya? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya. Hari ini hari bersuka ria. Namun, adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan kemaruk hawa nafsu. Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula? Tak ada lagi yang kita sungkani. Atau bahkan terstimulir oleh kemenangan yang ada pada pihak setan dan nafsu atas diri kami. Na’udzubilla Billahi Min Dzalik.

Ya Alloh.. Rasanya puasa kami hampa, jiwa ini miskin tak berarti apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa. Maka hanya rahmat dan maghfirahmu Yaa.. Allah yang kami minta, kami ibarat setetes embun dalam lautan keagunganmu.

Hadirin Rahimakumulloh...

Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara kafaah sebagaimana firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas” ( Qs. Al-Baqarah : 208 )

Lalu pertanyaannya adalah; Gembira yang islami itu yang bagaimana ? Gembira yang islami yaa gembira yang wajar-wajar saja, gembira yang penuh rasa syukur, gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keperihatinan di fihak lain.

Hadirin jama’ah id yang dimuliakan Allah .

Semoga kita semua senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya dengan penuh keikhlasan sehingga kita semua mendapatkan derajat yang tinggi dihadapan Allah Swt.

Khutbah ke 2

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ
   اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah Contoh Khutbah Singkat Idul Fitri Hikmah Berpuasa semoga jadi referensi yang bermanfaat bagi kita semua. Ada lagi yang harus anda baca pada artikel teks khutbah idul fitri yang kami kemas dengan bahasa yang ringan dan mudah difahami.

Advertisement