Contoh Khutbah Singakat Idul Adha : Kisah Teladan Nabi Ibrahim

Advertisement
Advertisement
Contoh Khutbah Singakat Idul Adha Kisah Teladan Nabi Ibrahim : Kisah teladan Nabi Ibrahim adalah kisah termegah sepanjang sejarah, kisah ini jadi acuan seluruh umat di dunia, dari mulai dia mencari jati diri dan bertauhid kepada Alloh sampai ia menyelesaikan semua ujian Alloh dengan sempurna, maka hal itu Alloh abadikan kisah perjalanan Ibrahim dalam Al Qur’an supaya dijadikan contoh oleh umat Nabi Muhammad SAW.

Cobaan terberat Ibrahim ialah ketika ada perintah dari Alloh untuk menyembelih anak kesayangannya padahal beliau menantikan sang buah hati sekian puluh tahun lamanya. Dengan berat hati Ibrahim menyatakan niatnya pada anaknya, anaknya pun menjawab dengan hati ikhlas dan bijaksana “wahai ayahku.. laksanakanlah apa yang telah Alloh perintahkan, insya Alloh aku dari golongan orang yang bersabar”

Contoh Khutbah Singakat Idul Adha : Kisah Teladan Nabi Ibrahim

Berikut ini Khutbah singkat Idul Adha “Kisah Teladan Nabi Ibrahim”

Khutbah ke1

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Alhamdulillah, Puji serta syukur patutlah kita panjatkan ke hadirat ilahi rabbi, ialah yang memberikan kita nikmatnya hidup, sehingga kita masih bisa berkumpul di tempat yang penuh dengan maghfiroh ini.
Tidak lupa pula, shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada panutan abadi, Muhammad Rasulullah SAW, yang gigih dalam memperjuangkan agama Tauhid, sebuah agama yang diwarisinya dari Bapak Tauhid, Nabi Allah Ibrahim AS.

Wahai kaum muslimin bertakwalah kepada Alloh dengan takwa yang sebenar-benarnya takwa, sesungguhnya orang yang bertakwa ialah orang yang beruntung. Jangan sekali-kali menyekutukan Alloh pada benda apapun karena susungguhnya Alloh lah yang maha perkasa.

Jama’ah shalat Ied yang berbahagia,

Di tengah-tengah kekhusyu’an kita menyambut Hari Akbar ini, fenomena di sekitar perlu kita renungkan dalam-dalam. Bangsa kita yang sudah lebih dari 67tahun merdeka, masih menyisakan masalah yang harus kita selesaikan bersama-sama. Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia yang menjadi cita-cita kemerdekaan, masih jauh dari harapan. Jumlah orang miskin dan pengangguran yang kian membengkak adalah gambaran statistik bahwa sebagian besar rakyat kita masih belum merdeka dari belenggu kesengsaraan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah….

Masyarakat kita memang sedang sakit, dan perlu mendapat perawatan intensif dalam ruang gawat darurat. Kita harus terpanggil untuk menjadi dokter dan perawat dalam ruang itu. Kita tidak boleh berdiam diri menyaksikan sakit bangsa dan masyarakat kita semakin parah. Untuk itu pada kesempatan Idul Adha kali ini, kita jadikan sebagai ajang muhasabah dan menyusun kekuatan secara jama’i dalam menghadapi tantangan umat di masa sekarang dan masa mendatang.

Idul Adha sarat dengan makna dan nilai yang perlu digali dan diaktualisasikan kembali. Idul Adha identik dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan keluarganya yang sangat relevan untuk diteladani. Ibrahim, sang bapak tauhid adalah Nabi ulul ‘azmi, nabi pilihan dan juga bapak dari para nabi-nabi setelahnya, termasuk nabi kita Muhammad SAW. Meneladani Ibrahim adalah seruan al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. an-Nahl: 120

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
 
Artinya : ”Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)”
Uswah yang terdapat dalam pribadi Ibrahim juga difirmankan Allah dalam Q.S. al-Mumtahanan: 6

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
 
Artinya: “Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.”

Keteladanan apa yang kita peroleh dari Nabi Ibrahim? Ada banyak keteladanan Ibrahim yang terekam dalam al-Qur’an al-Karim. Ibrahim sendiri disebut dalam al-Qur’an sebanyak 121 ayat. Dari informasi 121 ayat itu, paling tidak ada empat sifat keteladanan dalam diri Nabi Ibrahim AS.

Jama’ah Ied yahdikumullah….

Keteladanan pertama yang bisa kita peroleh dari Ibrahim adalah keteguhan beliau dalam memegang prinsip, khususnya prinsip tauhid. Dalam menghadapi tantangan seberat apapun, termasuk saat dia berhadapan dengan bapaknya sendiri yang syirik, beliau sangat teguh. Kita perhatikan firman Allah dalam Q.S. at-Taubah: 114 berikut:

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأوَّاهٌ حَلِيمٌ
 
Artinya: “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”

Dari ayat itu pula kita dapat informasi bahwa Ibrahim juga seorang yang lembut dan penyantun. Sikap keras dalam memegang prinsip tauhid, tidak lantas membuat sikap terhadap sesama manusia menjadi sedemian keras dan kaku. Hubungan baik dengan sesama manusia tetap dijaga, karena pada hakekatnya seorang nabi, dan mungkin juga seorang ustadz atau pemimpin ummat saat ini adalah pelayan masyarakat yang harus punya sikap lemah lembut.

Jama’ah Ied Rohimakumulloh

Sebagai penutup khuthah, supaya derajat  keimanan kita bertambah, kita harus bisa meniru sifat-sifat baik para rasul dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari .  Sehingga pada akhirnya kita diakui sebagai umatnya.

Khutbah Ke 2

   الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ
   اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم
 

Semoga Contoh Khutbah Singakat Idul Adha Kisah Teladan Nabi Ibrahim dapat bermanfaat bagi semua umat.

Advertisement