Contoh Pidato Singkat Tentang Kematian

Advertisement
Advertisement
Contoh Pidato Singkat: Kematian adalah hak semua makhluk, pada dasarnya semua yang bernyawa pasti akan mati, itu sudah menjadi fitrah dan tidak dapat dipungkiri. Semua amal ibadah perbuatan sewaktu di dunia akan dipertanggung jawabkan bahkan amal sekecil apapun akan akan diperhitungkan.

Manusia kadang terlena dengan kehidupan duniawi, berbuat maksiat dan berlaku tidak sesuai dengan aturan agama seolah merasa tidak akan diperhitungkan. Gemerlap kota yang menyilaukan mambuat manusia lupa akan Tuhannya, sehingga berbuat semena-mena di bumi Alloh yang sangat indah dan kaya ini. Di bawah ini saya tulis kumpulan contoh pidato singkat untuk anda.

Contoh Pidato Singkat Tentang Kematian


 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat ketua muhadharah
Yang terhormat para pembicara
Saudara-saudara sekalian yang saya cintai

Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Allah swt yang telah melimpahkan nikmat-Nya yang begitu banyak kepada kita, sehingga pada saat ini kita bisa mengadakan pertemuan di tempat yang berkah ini.

Kedua kalinya saya sampaikan banyak terimakasih kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan yang berharga ini kepada saya untuk berbicara di hadapan saudara-saudara sekalian.
Saudara dan saudari sekalian yang berbahagia.

Saya berdiri di sini akan menyampaikan pidato dengan sebuah tema yaitu: “KEMATIAN”.
Ingatlah saudara –saudara sekalian apa yang di firmankan oleh Allah swt dalam ayat suci Al-Qur’an , surat Al-an’am, ayat 32:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ
 
Artinya: “Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan sendagurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.”   (Q.S. Al An’am: 32)

Ketika kita memprhatikan realitas kehidupan di sekitar kita, tentu kita akan menemukan berbagai macam perkara, diantaranyadalah kenikmatan dan kesenangan duniawi, yang hanya bersifat sementara dan senda gurau belaka, yang banyak mengakibatkan seseorang lalai akan Tuhan Yang Maha Agung. Mereka hanyut dalam kesenangan yang semu, sementara mereka lupa akan Tuhannya, karena mereka hanya berlomba dalam hal keindahan dunia saja. Untuk mencapai apa yang di kehendaki, mereka tidak mempedulikan antara yang hak dan yang batil, antara halal dan haram. Mereka melupakan kematian yang pasti akan terjadi, mereka terus-menerus melakukan kerusakan, tanpa mau berfikir terhadap sesuatu yang pasti akan datang yang terus mengintainya dan hendak menjemputnya, yaitu kematian.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia.

Banyak orang beranggapan, bahwa ia akan hidup terus, dan dapat menikmati kehidupan dunia selamanya. Padahal sesungguhnya kematian, tidak akan melalaikan manusia, walaupun seseorang memiliki harta yang melimpah, bangunan yang kokoh dan megah itu hanyalah sebagai ujian bagi mereka. Sang pencipta alam ini memberikan gambaran dalam Al Qur’an:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
 
Artinya: “Bahwa hartamu anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.” (Al Anfal: 28).

Di samping itu, setiap orang pasti akan merasakan kematian yang mana akan mengakhiri semua urusan duniawi, dan pekerjaan rutinitas setiap hari. kematian akan mendatangi setiap orang tanpa memberitahu sebelumnya. Kematian adalah ibarat sebuah gelas yang berisi minuman , yang setiap orang pasti akan meneguknya.seorang penyair berkata:

“Siapa saja yang tidak mati waktu mudanya pasti mati masa tuanya. Kematian ibarat gelas dan setiap orang akan merasakannya".

Dari sini hendaklah kita memnfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal soleh sebelum ajal datang menjemput, dan minta ampunlah kepada Allah swt dari segala dosa yang telah kita lakukan. Bukankah kematian datang tanpa memberitahu? Sungguh, wahai saudaraku, bahwa setiap manusia ketika datang kematian tidak ada tempat untuk berlari, untuk berhindar dan bersembunyi.

Karena itu, saudara-saudara sekalian, bahwa apa saja yang kita perbuat, kita adalah lemah, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan dari manpun yang bisa mencegah datangnya kematian. Allah swt telah menetapkannya untuk kita semua, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecualai hanya pasrah kepada Allah swt ketika datang kematian dan minta pertolongan kepada-Nya dari segala siksa yang menimpa kita di alam kubur.

Orang yang di siksa di dalam kubur adalah orang yang sewaktu hidupnya hanya di hiasi dengan dosa dan permusuhan, tidak menghiasi hidupnya dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an.

Saudara dan saudari yang di rahmati Allah .

Kiranya, cukup sekian saja apa yang dapat saya sampaikan di hadapan saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan dapat diambil manfaatnya dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Terakhir, mohon maaf atas segala yang kekhilafan dan kesalahan saya.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Advertisement